Gua Jepang cagar alam pananjung

Gua Jepang cagar alam pananjung
Gua Jepang cagar alam pananjung. Gua Jepang terletak di kawasan cagar alam pananjung Pangandaran dengan koordinat 7°42,336'S 108°39,379'E, Perang Pasifik atau Perang Asia Timur raya terjadi pada tanggal 8 Desember 1941, diawali serangan mendadak Angkatan Udara Dai Nippon ( Jepang ) ke pelabuhan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour ( Hawai ).

Pada tanggal 18 Maret 1941 balatentara Dai Nippon menduduki seluruh pulau Jawa dan Madura dan pemerintah Hindia Belanda ( sekutu ) menyerah tanpa syarat kepada balatentara Dai Nippon. Penyerahan daerah jajahan dilakukan di kalijati - Subang oleh Letnan Jenderal H. Ter poorten atas nama seluruh angkatan perang sekutu di Indonesia kepada Letnan Jenderal Imamora Hitoshi atas nama Kemaharajaan Jepang.

Gua Jepang di kawasan ini dibuat selama periode perang Dunia Kedua ( 1941 - 1945 ) dengan menggunakan kerja paksa selama kurang lebih 1 tahun.

Gua Jepang cagar alam pananjung ini terbuat dari tembok beton yang tertimbun tanah sebagai benteng pertahanan dengan lubang - lubang pengintai ke arah laut untuk mengawasi pendaratan oleh pihak sekutu.

Gua Jepang peninggalan kerja paksa romusha


Gua Jepang 
Gua Jepang berada di dalam rimbunnya hutan rakyat yang diresmikan pertama kali 23 Agustus 1965 oleh Gubernur Jawa Barat Brigjen (Purn) Mashudi dengan nama Taman Wisata. Kemudian berganti nama menjadi Taman Hutan H. Djuanda setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 14 Januari 1985. Taman hutan ini dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata. Lokasi Gua Jepang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, letaknya sekitar 300 meter dari pintu gerbang utama. Gua Belanda dibangun pada tahun 1918, tentu jauh lebih tua dibandingkan dengan Gua Jepang.
Gua Jepang peninggalan kerja paksa romusha. Goa lain di Bandung utara yang juga dapat Anda telusuri adalah Goa Jepang. Dibangun di kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Juanda, goa ini dibangun pada tahun 1942 dengan panjang lorong keseluruhan sekitar 350 meter.

Di dalam hutan raya itu ada Curug Ciomas, Goa Belanda, dan Goa Jepang. Kami hanya mengunjungi Goa Jepang yang pernah dijadikan lokasi siaran TV, uji nyali. Bisa kami lihat tempat persembunyian mereka di jaman perang dahulu kala. Ada beberapa pintu masuk dan jendela juga,pintu masuk utamanya bisa dilalui kendaraan. Kami dipandu oleh orang lokal sana yang kami beri tip sekedarnya,dan juga sewa senter seharga Rp 3000,-/ senter.
Pembangunan Goaa Jepang dilakukan oleh orang-orang pribumi melalui kerja paksa atau dikenal dengan ”Romusha”, dengan tujuan sebagai benteng pertahanan tentara jepang.


Lokasi Gua Jepang peninggalan kerja paksa romusha:


Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Koordinat : 6°51,379'S 107°37,943'E

Gua Belanda di perbukitan pakar Bandung utara

Bandung utara
Gua Belanda ini berada pada lingkungan Hutan Raya Juanda di Bandung Utara. Cobalah anda memasukinya dan bayangkan kondisi tentara dulu ketika harus berjuang di dalam goa ini. Dibangun oleh Belanda pada awal tahun 1941, goa ini menembus Perbukitan Pakar di Bandung utara.

Gua Belanda di perbukitan pakar Bandung utara. ini merupakan kawasan yang sangat menarik bagi strategi militer Hindia Belanda dikarenakan lokasinya yang terlindung dan begitu dekat pusat kota Bandung. Karena lokasinya itu juga, menjelang Perang Dunia ke-II pada awal tahun 1941, militer Hindia Belanda membangun stasiun radio komunikasi. Pada masa kemerdekaan, goa ini dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan mesiu, selain sebagai jaringan gua didalam perbukitan batu pasir tufaan.

Lokasi Gua Belanda di perbukitan pakar Bandung utara:

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Koordinat : 6°51,272'S 107°38,252'E

Wisata ke Gua Tambang Emas Pongkor

Wisata ke Gua Tambang Emas Pongkor. Objek wisata ini yang dimiliki oleh Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini pertama kali dieksploitasi pada tahun 1974. Di sini Anda dapat melihat proses penambangan emas yang harus melalui serangkaian proses pengeboran, peledakan, pengerukan, pengangkutan, dan penimbunan kembali. Untuk mendapatkan emas dari urat-urat ini, Antam membangun terowongan utama berdiameter 3,3 meter setinggi 3 meter. Apabila terus diikuti, terowongan ini akan tembus ke Gunung

danau kandi
Danau kandi di sekitar Pongkor, terlihat indah

Kalaupun nanti cadangan emas Pongkor telah habis, yang diperkirakan hanya sampai tahun 2019, kawasan tambang ini tetap bisa menjadi objek wisata. Didukung oleh dekatnya dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, agar bekas-bekas tambang bukit kuarsa bisa kembali menjadi kawasan nan asri.

Pongkor yang jauhnya sekitar 4 kilometer. Pintu dari portal beton adalah satu-satunya tempat keluar masuk lokasi penambangan.

Dalam terowongan ini, terdapat 4 lubang besar sebagai ventilasi. Dengan ventilasi semacam ini, orang bisa tahan tinggal selama dua hari dalam terowongan tanpa harus kehabisan udara bersih. Apabila ingin memasuki terowongan emas, segala peraturan penambangan harus dipatuhi, mulai dari kartu asuransi, memakai sepatu bot, berbaju wearpack, hingga berhelm yang bertengger senter di atasnya serta tidak lupa, masker pun harus dikenakan.

Lokasi Wisata ke Gua Tambang Emas Pongkor:

Sorongan, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung
Koordinat : 6 39' 44" S, 106 35' 6" E

Arah: 54 kilimeter dari kota Bogor

Keunikan Gua Lalay atau gua Kelelawar

Keunikan Gua Lalay atau gua Kelelawar. Siapa yang tidak kenal sebuah gua wisata di Sukabumi dengan jutaan kelelawar yang hidup di dalamnya? Lokasi Goa Lalay yang dekat dengan pantai wisata Palabuhanratu ini menyimpan berbagai keunikan tersendiri. Sebuah kunjungan ilmiah pernah dilakukan di lokasi gua ini, tepatnya 7 November 1937, oleh seorang ilmuwan Belanda. Sedangkan foto Goa Lalay pertama kali dipublikasikan tahun 1938 dalam sebuah jurnal de Tropische Natuur. Ketika itu, Palabuhanratu lebih dikenal dengan Wijnkoopsbaai dan dalam kunjungan ilmiah waktu itu lebih banyak mengupas tentang vegetasi di sekitar kawasan tersebut. Barisan ratusan ribu kelelawar yang meliuk-liuk, menyerupai “awan hidup” yang keluar dari Goa

Lalay atau kelelawar yang keluar saat sore hari , merupakan atraksi yang sangat menarik di waktu sore hari untuk Anda saksikan dan hanya dapat dilihat sekitar pukul 17.00.

 Mereka beterbangan hanya di sekitar muka Gua Lalay . Berdasarkan kepercayaan penduduk setempat, Kelelawar-kelelawar ini terbang juga ke daerah lain seperti Banten, Bogor, Jakarta Bahkan Bandung. Setelah menikmati atraksi ribuan kelelawar, pengunjung dapat langsung menikmati keindahan Sunset pantai Pelabuhan Ratu. karena Gua Lalay ini hanyak berjarak beberapa meter saja dari bibir pantai.

Lokasi Keunikan Gua Lalay atau gua Kelelawar:

Kecamatan Palabuhanratu
Koordinat : 7°1,128'S 106°32,599'E

Fasilitas: mushola, tempat parkir, dan MCK

Goa Pawon gua purba di puncak bukit pawon

Goa Pawon
Gua Pawon terletak di 601 m dpl, Goa Pawon berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur, dan pada zaman dahulu merupakan tepian Danau Bandung Purba. Berdasarkan hasil survai A.C. De Yong dan G.H.R.

Von Koenigswald tahun 1930-1935, ditemukan alat-alat budaya masa lalu dari bahan obsidian, kalsidon, kwarsit, rijang dan andesit berupa anak panah, pisau, penyerut, gelang batu, batu asah dari Jaman Preneolitik, yang hidupnya mulai menetap di gua-gua atau ceruk atau sering kali dijumpai di kawasan perbukitan gamping.

Goa Pawon memiliki panjang 38 m dan lebar 16 m, sedang tinggi atap gua tidak dapat diketahui secara pasti karena saat ditemukan bagian atap gua sudah runtuh. Lantai gua hanya tersisa sebagian kecil di sisi barat karena sudah digali oleh masyarakat setempat untuk pengambilan fospat dengan kedalaman 4-5 m. Sedangkan lantai bagian tengah tertimbun oleh bongkahan runtuhan atap, sebagian besar sudah tererosi, sehingga membentuk lereng yang cukup terjal.

Goa Pawon gua purba di puncak bukit pawon ditemukan artefak

Goa Pawon
Hasil ekskavasi pada tahun 2003 dan 2004 berhasil ditemukan berbagai bentuk artefak, fitur maupun ekofak yang dapat mencirikan akan keberadaan situs tersebut dimasa lalu. Artefak yang terdiri dari pecahan keramik, gerabah, alat serpih, alat tulang berbentuk lancipan dan spatula, alat batu pukul (perkutor),

sisa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang dan gigi ikan, moluska dan temuan yang sangat signifikan dari keberadaan kehidupan masa lalu berupa kerangka manusia. Selain itu juga ditemukan non artefaktual seperti fragmen tulang dan moluska.

Keberadaanya di Goa Pawon besar kemungkinan terjadi karena adanya kaitan rantai makanan yang pernah terjadi di masa lalu, dalam hal ini sebagai bagian dalam pemenuhan kebutuhan bahan makanan (konsumsi) dan mungkin juga untuk dipergunakan dalam pembuatan peralatan hidup sehari-hari.

Alamat Goa Pawon gua purba di puncak bukit pawon:

Goa PawonDesa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat
Koordinat : 6 49' 22" S, 107 26' 14" E

Arah ke Goa Pawon gua purba di puncak bukit pawon:

± 5 km di sebelah timur Kecamatan Cipatat atau ± 25 km dari pusat Kota Bandung. Jarak dari Jalan Raya Padalarang – Cianjur ± 2 km melalui jalan desa menuju ke lokasi.

Arung Jeram Cimanuk

Arung Jeram Cimanuk
Arung Jeram Cimanuk. Bagi penggemar arung jeram atau biasa disebut juga dengan rafting, dapat menemukan beberapa lokasi di area Jawa Barat, salah satunya adalah di daerah Garut, sungai Cimanuk dan Cikandang. Kedua sungai ini cocok untuk dijadikan wisata arung jeram karena karakteristik sungainya ideal untuk rafting. Pemandangan di sekitar rute arung jeram ini sangat indah, wisatawan akan melintasi areal hutan bambu, tebing-tebing yang indah, daerah pesawahan yang luas serta pemandangan air terjun.

Arung Jeram Cimanuk. . Jeram-jeram cadas nan deras banyak tersedia meski tak sedikit pula jeram yang biasa saja. Selain itu, Cimanuk juga aktif membuat kita mendayung. Dikelilingi oleh sawah-sawah dan tebing, sungai ini memiliki lebar (sekitar 7-8 meter) dan dalam (5-6 meter). Setelah jeram biasanya kita akan ketemu dengan air yang tenang. Maka dari itu, mendayung sangat diperlukan. Pemandangan satwa sekitar sungai Cimanuk juga menarik. Sekali waktu kita bisa menemukan Biawak, Elang, dan bermacam burung yang imut dan cantik. Diantaranya seekor burung bernama Raja Udang.

Untuk sungai Cimanuk, rute dari start sampai finish berjarak kurang lebih 7 Km dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam. Arung Jeram Cimanuk di sungai Cimanuk ini termasuk kepada kategori grade 3.
Koordinat : 7 28' 21" S, 107 39' 52" E

Adakah kehidupan di planet lain selain di bumi

Adakah kehidupan di planet lain selain di bumi. Alam semesta in maha luas kita hanyalah setitik pixel dalam hamparan alam semesta yang maha luas. Dikutip dari inilah.com Pihak NASA mengklaim akan temukan kehidupan alien 20 tahun lagi, dan itu di luar Tata Surya kita. NASA memprediksi bahwa ada 100 juta dunia di galaksi ini yang bisa dihuni oleh kehidupan. Badan antariksa milik AS ini juga memperkirakan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, mereka bakal bisa menemukan kehidupan baru di luar Tata Surya.

"Apakah kita percaya akan kehidupan di luar Bumi?" tanya Charles Bolden, bekas astronot dan juga Administrator NASA, seperti dilansir Dailymail.

"Saya akan katakan bahwa tidak mungkin untuk tidak percaya, mengingat luasnya alam semesta ini," tambah Bolden.

Pihak NASA tengah berharap bisa meluncurkan Transiting Exoplanet Surveying Satellite (Tess) pada tahun 2017 dan James Webb Space Telescope pada 2018.

Saat ini, teknologi-teknologi lainnya untuk mendeteksi berbagai gambar dari objek angkasa mirip Bumi juga tengah banyak dikembangkan.

Pada tanggal 23 September 2003, Hubble Space Telescope mengamati sebuah titik kecil di angkasa.



Titik Hitam Kecil. Area yang besarnya sekitar sepersepuluh ukuran bulan purnama, tampak kehitaman lengkap tanpa bintang terlihat dengan mata telanjang.

Hubble terus mengarahkan kameranya ke titik tersebut selama lebih dari 4 bulan.
 
Setiap titik dalam gambar ini adalah sebuah galaksi. Setiap galaksi berisi sampai 1 triliun bintang. Setiap bintang mungkin memiliki sistem planet. Ada 10.000 galaksi di foto ini saja
 
Ini adalah objek terjauh yang pernah difoto. Jaraknya lebih dari 13 miliar tahun cahaya.

 
Galaksi besar yang ada difoto ini berisi 8 kali lebih banyak dari galaksi kita.
 

Karena cahaya dari galaksi ini menempuh waktu 13 miliar tahun untuk mencapai ke bumi, gambar yang kita lihat sebenarnya menggambarkan saat alam semesta umurnya hanya 800 juta tahun.

 

Semua dari apa yang kita lihat di atas langiit tampak seperti tidak ada apa-apanya....itu berisi berisi banyak galaxy.
 
 





Marilah kita bersama-sama merenung, bahwa manusia seperti kita ini bukanlah apa-apa. Apa lagi yang mau kita sombongkan? Harta, Kekuasaan, Kekayaan, Kepopuleran, Pendidikan, Pengetahuan, Pangkat? dll dsb. Apa dengan semua itu kita merasa lebih dari yang lain? Manusia beserta Buminya tak lebih besar dari setitik pixel di jagad raya ini. ......Allahu Akbar, Wallahu a'lam. (sumberr:Kask.us/g0Z65)